[Personal Project] Utas Tentang Laptop Yang Melawan Untuk Rehat

June 19, 2022

[Personal Project] Utas Tentang Laptop Yang Melawan Untuk Rehat

Laptop dengan spesifikasi super, port utilitas yang lengkap, dan bandel sejak dahulu.


Latar belakang

Jarum pendek menunjuk antara angka 2 dan 3. Jarum panjang menunjuk angka 6. Jam menunjuk pukul dua lebih tiga puluh menit, sudah dini hari. Tidak ada angin, tidak ada hujan saya merasa perlu sebuah perangkat yang ready to go, dan nga rewel.

Langsung seketika saya buka marketplace langganan, dan menuliskan "Laptop" dengan filter harga tertinggi 1 juta rupiah. Seketika saya teringat dengan Thinkpad laptop murah dengan daleman yang mundah di-oprek.

Riset

Setelah melihat-lihat marketplace kesayangan, saya mulai jatuh cinta dengan Thinkpad T-60 dimana laptop tersebut masih terpajang logo IBM yang sangat terasa retro. Saya mbatin di dalam hati "mantep iki retroo.. poooll.." belum lagi ditambah keyboard yang diisikan berbagai bentuk kanji bahasa jepang yang pasti saya tidak tahu artinya, dan nga bakal kepake juga.

Dalam beberapa hari setiap kali meimiliki waktu luang. Kerjaan saya hanya ngeliat-in marketplace..., apa ada barang bagus baru hari?. Saya juga menyempatkan untuk bergabung ke dalam group Telegram "Cari Laptop Lenovo Thinkpad". Tidak cukup sampai di situ, bahkan saya menghubungi kolega lama, yang saya ketahui beliau adalah pemilik Laptop Thinkpad segede gaban. Untuk menggali informasi lebih dalam mengenai harga pasaran, dll.

Kemudian saya meluncur ke situs berbagai video "Youtube". Referensi dari berbagai permasalahan hidup. Saya menemukan beberapa video yang saya rasa sangat informatif mengenai Laptop Thinkpad ini, diantarnya :

Dari video tersebut saya mendapatkan informasi bahwasannya salah satu laptop yang masih memiliki design warisan dari IBM dan memiliki kapasitas upgradeable yang paling mumpuni adalah Thinkpad X220. Seketika saya campakkan keinginan untuk meminang T-60 yang saya pikir retro dan keren itu. Dikarenakan hal-hal berikut..

Menurut sumber pelbagai wiki yang saya baca salah satunya thinkwiki.com. Laptop ini adalah salah satu laptop dengan hardware specification yang paling tangguh pada zamannya. CPU tertinggi yang dapat dipasang pada papan utama laptop ini adalah Intel® Core™ i7-2640M (2.8GHz, 4MB L3 cache) dengan kapasitas RAM Up to 8GB PC3-10600 DDR3 memory at 1333MHz, bahkan di BIOS versi 1.28 batasan kecepatan RAM yang bisa dicapai ada di 1866MHz. Saya mbatin "Muuuaanteepp ikii.."

Akhir Riset

Dengan hati yang mantap setelah melakukan pelbagai riset. Saatnya saya beraksi. Semua marketplace pun saya jelajahi berharap mendapat harga "musuh"(murah~~).

Di salah satu group Facebook, laptop tipe ini dibandrol dengan harga kisaran 2,5 hingga 3,9 Juta rupiah. Saya pikir "loh kok iseh larangg.." bahkan saya berfikir untuk mencoba International Marketplace Ebay.com namun harga yang ditawarkan masih relatif mahal dikarenakan jika saya membeli barang dari luar negeri, maka saya harus membayar pajak barang impor.

Beberapa hari berlalu, kerjaan saya jika sedang gabut hanya mantengin marketplace (di KRL, sebelum tidur, di Stasiun). Hingga saya jatuh cinta dengan salah satu produk yang terpajangan di marketplace kesayangan. Di situ tertuliskan "Thinkpad X220 - Intel Core i7" dibandrol dengan harga 2.200.000 rupiah. Toko tersebut sudah menjual lebih dari 10 unit laptop dengan tipe tersebut. Kemudian saya mencoba memulai obrolan melalui fitur chat untuk memastikan bahwa penjual laptop tersebut legit.

Setelah mengobrol dengan penjual saya langsung melakukan pembelian dengan metode pengiriman Same Day Delivery untuk menghindari kerusakan apabila menggunakan pengiriman cargo.

Kedatangan

Laptop diantar kurir sekitar pukul 22:00 WIB. Dengan semangat saya membuka pintu dan wajah saya difoto oleh kurir dengan senyum merek sikat gigi.

Ketika unboxing saya dikejutkan dengan isi dari kotak kardus tersebut, karena barang yang saya terima terasa BNIB (Brand New in Packet) tidak terasa bahwa saya membeli laptop bekas berumur lebih dari 10 Tahun. Di dalam kotak tersebut berisi tas, kertas brosur, charger, dan juga plastik barang elektronik.

Laptop

Kesan Pertama

Kesan paling pertama adalah "keyboardnya enak bettt" berbeda dengan keyboard butterfly dari MacBook Pro 2017 yang biasa saya gunakan sehari-hari rasanya kek batu.

Segera saya mencoba semua fungsionaltias dari laptop tersebut, mulai dari wifi hingga semua tombol-tombol keyboard. Semua normal, hanya saja tombol switch wifi card tidak terlalu klik. Tapi saya rasa itu sesuai dengan harga yang saya bayar.

Hardware Upgrade

Sebelum meminang laptop ini, salah satu hal yang saya pertimbangkan adalah upgradeable-nya. Beberapa perangkat keras yang sangat mempengaruhi performa di laptop ini saya rasa mudah dilakukan upgrade.

Perangkat keras yang saya lakukan peningkatan diantaranya adalah RAM, dan SSD, namun hal yang termasuk krusial untuk mendapatkan performa yang lebih baik saya rasa adalah pindah ke OS dengan Kernel Linux.

Upgrade RAM

Saya membeli 2 keping RAM dari marketplace dengan kapasitas 8GB setiap kepingnya.

Upgrade RAM

Upgrade SSD

Untuk SSD saya membeli m-Sata dengan kapasitas 128GB. Nantinya Kernel dan juga semua Home directory dari sistem operasi akan dipasang di dalam m-Sata.

Sedangkan HDD sebesar 350GB bawaan dari laptop hanya akan dimounting menjadi External Partisi untuk menyimpan data yang memang jarang diakses.

Upgrade SSD

Memasang Sistem Operasi

Kemudian saya memilih memasang Sistem Operasi Xubuntu. Sistem operasi yang ringan karena minimnya perangkat lunak bawaan, dan menggunakan Xfce desktop environment.

Install Xubuntu

Total Biaya

Barang Harga
Laptop Rp 2.200.000
SSD MSATA Rp 234.000
RAM DDR3 16GB (8X2) Rp 593.200
Total Rp 3.027.200

Akhir

Dengan biaya 3.027.200 rupiah saya bisa mendapatkan performa laptop Core i7-2640M di generasi ke-2 (Max Supported X220) disandingkan dengan RAM 16 GB, juga didukung SSD sebagai operasional sistem operasi, belum lagi HDD 350GB. Saya rasa performa laptop ini jauh melampaui performa MacBook yang saya gunakan sehari hari.


Profile picture

Written by Nicolas Julian Seseorang yang mencoba berkarya. Chit Chat with me in Twitter